[FF-Oneshoot] Pay The Price (Sequel of Wipe Your Eyes)

Author: Clora Darlene.

Length: Oneshoot.

Genre: Romance.

Rating: PG-…16,5?

Main cast: EXO-K’s Oh Sehun, GG’s Im Yoon Ah.

Supporting Cast: Cristina Fernandez Lee, GG’s Choi Sooyoung, GG’s Lee Sunkyu.

Disclaimer: This FF is pure belong to me, the storyline is mine and don’t dare to copy-paste this stuff without my knowing. FF ini terbuat tidak untuk menjatuhkan martabat atau menjelek-jelekkan tokoh di dalamnya.

Sequel before and after: 7 Years of Love (Ch.1), Wipe Your Eyes (Ch.2), Beginning A New Life (Ch. 4)

***

Dua bulan kemudian.

“Appaaaaaaa” Perempuan kecil itu berteriak nyaring tepat di hadapan ayahnya yang sedang sibuk dengan kertas-kertas yang berserakan di meja kerjanya. “Appaaaaaaa, berikan aku satu”

“Sehun-ah, ayolah” Im Yoon Ah, akhirnya angkat bicara. “Hanya satu dan Cris tidak akan mengganggumu”

“Tidak akan” Tukas Sehun yang sedikitpun tidak meliriknya.

“Ayolah, hanya satu permen lollipop jeruk, Sehun-ah” Nada bicara Yoona meninggi satu oktaf. “Kau masih punya banyak”

Sehun mengalihkan pandangannya dengan permen lollipop jeruk yang masih ia emut. “Lalu?”

“Beritahu aku dimana kau membelinya” Ucap Yoona yang sudah kesal dengan tingkah kekanak-kanakan Sehun yang tidak mau mengalah.

“Tidak akan” Sehun kembali menatap kertas perusahaannya.

“Appaaaaa, hanya satuuu” Cristina Fernandez kembali angkat bicara.

Sehun menghembuskan nafasnya lalu menatap Cristina. “Kau mengantuk, Cris. Ini sudah malam dan tidurlah” Sehun mencolek hidung anak perempuannya.

“Jika aku tidur, appa akan memberikanku permen?” Cristina mulai bersemangat.

Sehun mengangguk. “Ne, appa akan memberikanmu satu. Di dalam mimpimu”

“Benarkah?” Cristina kembali berteriak dengan senyum yang merekah di wajahnya.

Yoona yang sedari tadi menjadi pendengar setia percakapan anatara ayah-dan-anak itu hanya dapat memutar bola matanya dan rasa kesal dirinya atas tingkah laku Sehun semakin menjadi-jadi. Sehun mengangguk. “Ne”

Cristina Fernandez, berteriak senang. “Aku akan tidur”

Yoona langsung menggendong Cristina dan mendekap perempuan kecil itu di dalam pelukan hangatnya. “Kajja kita tidur, Cris”

***

            Kembali, seperti biasa, butuh dua jam untuk Sehun menyelesaikan pekerjaannya. Laki-laki itu melangkahkan kakinya, masuk ke dalam kamar dan menemukan kamarnya kosong dan masih rapih. Sehun memutar bola matanya dan kembali melangkahkan kakinya. Masuk ke dalam kamar Cristina dan menemukan kedua perempuannya telah beralih ke alam mimpi. Sehun terdiam sejenak di pintu kamar, kembali rasa lega akan istrinya-baik-baik-saja menguasai dirinya sendiri. Sehun menghentikan pemikirannya, dan masuk ke dalam kamar.

***

            Im Yoon Ah, membuka matanya dengan pelan dan menyadari dirinya tertidur menindih badan Sehun. “YAAAAA!!!” Dengan satu sentakan, Yoona mendorong Sehun dan berhasil membuat kepala belakang laki-laki itu membentur ujung meja lalu terjatuh. Sehun membuka matanya dengan terkejut dan refleks tangannya langsung menyentuh kepala belakangnya.

“Ada apa?!” Sehun berteriak, kesal.

“Mi…Mianhae…Jeongmal mianhae”

Sehun kembali merangkak ke atas ranjangnya lalu kembali membaringkan tubuhnya. Yoona terdiam sejenak, melihati Sehun yang kembali tertidur. Tepat saat Sehun mengubah posisi tidurnya, cairan merah sudah merembes di bantalnya. “YA YA YAAAA!!! IREONA!” Teriak Yoona langsung berlari dan mengambil kotak obat. Sehun masih belum membuka matanya, tidak ingin merusak istirahatnya kali ini sampai Yoona tiba-tiba menarik tangannya dan berhasil membuat matanya terbuka.

“Ayolah, ada apa?! Berhenti berteriak, ini masih terlalu pagi” Sehun setengah berteriak, hampir-seperti-sedikit membentak istrinya.

Yoona segera menempelkan selembar kain pada bagian belakang kepala Sehun. “Kau berdarah”

Sehun terdiam, keningnya mengerut. “Benarkah?”

“Aku kaget saat aku terbangun dan sudah tertidur menindihmu” Gumam Yoona. “Bagaimana bisa aku tidur di sini?”

“Ah, itu” Sehun menghembuskan nafasnya. “Aku yang memindahkanmu” Kini giliran kening Yoona yang mengerut, seakan-akan berkata jelaskan yang lebih jelas. “Kau terus-menerus tidur bersama Cris dan aku tidak suka tidur sendiri”

Tawa Yoona seketika meledak setelah mendengar jawab Sehun. “Kau kekanak-kanakan sekali, kau tahu”

***

            “Appaaaaa” Cristina Fernandez, berlari kecil ke arah ayahnya setelah jam sekolah usai.

“Hey” Sehun mengecup pelan pipi anak perempuannya itu. “Kau lapar?” Cristina mengangguk cepat. “Kajja, kita makan”

“Apa kita juga akan membeli permen jeruk itu, appa?” Cristina mendongakkan kepalanya, melihat ayahnya yang berperawakan jangkung yang sedang menuntunnya berjalan.

“Permen tidak baik untukmu, Cristina-ya” Gumam Sehun lalu membukakan anaknya pintu mobil.

“Waeyo? Apa permen itu beracun?” Tanya Cristina dan berhasil menimbulkan tawa kecil Sehun.

Sehun menginjak pedal gas mobilnya. “Anak kecil sepertimu tidak boleh memakan permen terlalu banyak”

“Aku  sudah besar, appa” Cristina mengerucutkan bibir kecil nan tipisnya. Sehun kembali tertawa. “Appa, ayo beli boneka Cinderella”

“Apa?” Sehun mengerutkan keningnya.

“Kemarin malam appa tidak memberikanku permen di mimpi” Jawab Cristina.

Sehun memutar kedua bola matanya. “Kau pintar sekali dalam hal memilih-ganti-rugi, Cristina-ya”

***

            “Eommaaaaa” Cristina berteriak nyaring sedetik setelah kaki mungilnya menginjak lantai marmer rumah. “Appa membelikanku boneka Cinderella” Cristina menunjukkan boneka barunya dengan senyumnya yang merekah.

Yoona yang menyamakan tingginya dengan tinggi Cristina ikut tersenyum. “Lihat, kau mendapat teman baru”

“Dia pintar dalam hal meminta ganti rugi, sungguh” Gumam Sehun yang tiba-tiba datang. “Crisrella” Sehun tertawa kecil lalu melangkahkan kakinya masuk ke dalam kamar.

“Kau juga harus ganti baju” Kembali, Yoona menggendong Cristina dan membawa perempuan kecil itu ke dalam kamarnya.

***

            “Kau bertambah berat, sungguh” Gumam Sehun pada dirinya sendiri saat ia membopong istrinya dengan kedua tangannya dan berjalan masuk ke dalam kamar. Laki-laki itu membaringkan tubuh istrinya di ranjang dan segera ikut membaringkan tubuhnya di sebelah istrinya. Sehun mengatur nafasnya lalu melirik istrinya. Seiring beberapa detik berlalu, lirikan laki-laki itu berubah menjadi sebuah tatapan hangat. Sehun mencium bibir Yoona pelan, tidak berniat membangunkannya.

“Mencoba curang?”

Sehun menatap mata Yoona yang baru saja terbuka. “Kau curang”

Kening Yoona mengerut. “Aku?”

“Mengganti lipstick strawberry-mu menjadi jeruk?” Bibir Sehun mulai beranjak turun menyusuri leher jenjang Yoona, memberikan kissmark sebagai tanda kepemilikannya.

***

            Sembilan hari kemudian– Madrid Barajas International Airport– Madrid, Spanyol.

“Aku masih tidak percaya dengan apa yang kau pikirkan mengajakku dan Cristina berlibur ke Spanyol” Im Yoon Ah, tertawa kecil setelah turun dari maskapai penerbangan nasional Korea Selatan, Korean Air.

“Cristina berasal dari Spanyol” Sehun melirik anak perempuan yang sedang tertidur di dalam gendongannya, lelah akibat penerbangan Incheon-Barajas Madrid yang memakan waktu lebih dari setengah hari. “Dan kurasa ia merindukan negaranya”

Butuh sekitar satu setengah jam untuk keluarga kecil itu keluar dari terminal satu, setelah melewati beberapa pemeriksaan dan proses imigrasi, akhirnya mereka bertolak menuju hotel.

Yoona menyibukkan matanya dengan melihat-lihat peta Spanyol. “Dimana kita akan menginap?” Tanya Yoona tanpa melirik Sehun sedikitpun.

“Kau akan mengetahuinya” Bantah Sehun pelan tanpa berniat memberitahu sedikitpun informasi tentang hotel yang akan menjadi tempat menginap mereka.

“Apa ada spa-nya?” Yoona melihat Sehun dengan pandangan polos. “Aku akan Cris denganmu. Giliranmu untuk menjaganya sementara aku pergi spa” Yoona tersenyum lebar.

Sehun membulatkan matanya. “Tunggu–”

“Jangan lupa mandikan Cris” Yoona masih tersenyum lebar. “Sekali ini saja” Yoona mengedipkan sebelah matanya.

Sehun hanya dapat memutar bola matanya.

***

            Gran Meliá Fénix Hotel– Madrid, Spanyol–  5 PM Spain Standard Time.

“Bagaimana kau tahu hotel ini?” Im Yoon Ah, terus bertanya pada suaminya yang baru saja membaringkan Cristina di ranjang hotel.

“Jongin memberitahuku” Jawab Sehun sambil membuka tirai jendela kamar, membiarkan sinar matahari sore memenuhi ruangan mereka. “Kau bisa pergi ke MasvitalZenter”

Yoona mengangguk sambil membuka kopernya. “Aku pernah dengar tempat spa yang satu itu”

“Jadi, pergilah” Sehun segera membaringkan dirinya di sebelah anak perempuannya yang masih tertidur.

“Kau mengusirku?”

“Aku tidak mengusirmu”

“Kau mengusirku”

“Tidak”

“Aku mau mandi”

Sehun memutar bola matanya. “Kenapa harus mandi bahkan saat kau mau pergi ke tempat spa, bodoh”

***

            Tiga jam kemudian.

Yoona baru saja kembali dari tempat spa-nya, merasakan tubuhnya lebih segar ketimbang sebelumnya. Raut wajah lelahnya hilang begitu saja dan kembali memamerkan kulih putih mulusnya. Hal terakhir yang ia syukuri adalah ia tidak tersesat di dalam kepadatan Kota Madrid.

Perempuan itu menyalakan lampu kamar hotel dan menemukan kedua malaikatnya sedang tertidur pulas. Oh Sehun, tertidur nyenyak di sebelah Cristina Fernandez. Yoona tersenyum kecil. Untuk saat ini, seorang Cristina Fernandez cukup untuk menyempurnakan hidupnya. Pikir Yoona.

***

            1:36 AM Spain Standard Time.

Oh Sehun, baru saja selesai mengenakan jaket kulit hitamnya. Wajahnya tidak menunjukkan raut kelelahan atau lesu. Dirinya sedikit bersemangat. Sehun melirik kedua perempuannya yang sedang tertidur pulas dan kembali sebuah senyum nampak di wajahnya putihnya.

“Kau mau kemana?” Tanya Yoona dengan matanya yang setengah terbuka dan tetap terbaring di sebelah Cristina.

“La Riviera” Jawab Sehun singkat.

“Apa? Ini sudah malam” Yoona mencoba membuka matanya dan melihat jam tangan silver yang masih melingkar di tangannya. “Ini bahkan sudah lewat tengah malam”

“Aku tahu” Sehun duduk di sofa sambil melihat istrinya. “Giliranmu untuk menjaga Cristina”

“Aku telah menjaganya banyak kali, bodoh” Bantah Yoona. “Jadi, La…apa? Tempat macam itu?” Tanya Yoona yang kembali menutup matanya dan memeluk Cristina.

“Klub malam” Jawab Sehun ringan. Seketika mata Yoona terbuka dan langsung melihat Sehun. Sehun menaikkan pundaknya. “Jongin juga yang memberitahuku”

“Jam berapa kau akan pulang?” Tanya Yoona mendaratkan deathglare-nya.

Sehun terdiam sejenak. “Jika aku tidak tersesat aku akan pulang pukul 4”

***

            9 AM Spain Standard Time.

Keluarga kecil itu, kini sedang melangkahkan kaki mereka bersama-sama di sebuah taman terkenal di Madrid. Parque del Retiro atau yang biasa disebut dengan Retiro Park. Sebuah tempat yang tepat untuk berjalan-jalan dan bersantai, bahkan dapat membuatmu lupa jika kau berada di ibukota.

“Jam berapa kau pulang tadi pagi?” Tanya Yoona pelan, hampir seperti berbisik.

“6” Sehun memutar bola motanya. “Aku tersesat, sungguh”

Yoona menatap tajam Sehun. “Lihat kebohongan itu”

Sehun menghembuskan nafasnya kasar. “Jika kau ingin ikut, katakan saja padaku”

Yoona tetap menatap tajam Sehun. “Bagaimana kau tahu jika aku ingin ikut?”

Sehun kembali menghembuskan nafasnya kasar. “Kau tidak akan ke sana”

“Wa–”

“Eomma!” Cristina berteriak sambil menarik mantel Yoona. “Lihat bunga itu. Warnanya sama seperti warna permen appa”

Yoona tertawa kecil. “Kau tahu warna permen appa?”

Cristina mengangguk. “Orange!” Jawabnya hampir setengah berteriak.

“Cristina!” Yoona dan Sehun langsung mengalihkan pandangan mereka ke sumber suara. Seorang perempuan tiba-tiba datang dan memeluk Cristina. “Gwen…Gwenchan..yo?”

Seorang Korea? Pemikiran Sehun dan Yoona menuju arah yang sama.

“Permisi, nuguseyo?” Yoona adalah orang yang pertama yang angkat bicara.

“Dia eomma-ku” Cristina menunjuk kecil perempuan yang berdiri di sebelahnya.

Yoona terdiam, membeku. Nafasnya seketika terhenti dan oksigen-oksigen itu tidak bisa masuk ke dalam paru-parunya.

“Sebelumnya aku mintaa maaf” Sehun akhirnya angkat bicara dan berjalan ke sebelah Cristina. “Apa agassi benar-benar ibu Cristina?”

“Ne” Perempuan itu mengangguk dengan mata yang telah berkaca-kaca. “Aku kehilangan Cristina saat rumah kami terbakar beberapa bulan lalu”

Sehun mengangguk mengerti. “Begini,” Sehun menggantungkan kalimatnya. “Maafkan aku sebelumnya lagi, tapi bisakah kau memberi kami bukti? Maksudku, aku tidak bisa melepas Cristina begitu saja”

Perempuan itu mengangguk lalu menghapus air matanya. “Aku mengerti. Bagaimana jika kita bertemu di Chocolatería San Ginés? Pukul 4 sore?”

Sehun terdiam sejenak. “Baiklah”

Perempuan itu, menyamakan tingginya dengan Cristina lalu mengecup kedua pipi anak kecil perempuan itu. Yoona yang melihat hal itu entah kenapa hatinya terasa tercabik-cabik. Memikirkan jika benar perempuan ini adalah ibu Cristina, ia akan–

“Kajja, kita kembali ke hotel, Cris” Sehun meraih tangan anak perempuan itu dan menuntunnya. Yoona membalikkan dirinya dengan pelan dan berjalan gontai, masih sibuk dengan pemikirannya. Matanya tertuju pada anak perempuan yang sedang digandeng Sehun.

Tangan Yoona sedikit bergetar dan entah kenapa matanya terasa panas, siap mengeluarkan cairan bening itu untuk kesekian kalinya.

***

            Chocolatería San Ginés– 4 PM Spain Standard Time.

Sehun dengan teliti membaca kertas yang berada di tangannya. “Jadi, dia mengikuti margamu?” Sehun melihat Lee Sunkyu, perempuan yang tadi pagi ia temui di Retiro Park.

“Ya, suamiku seorang berdarah Spanyol asli. Lyon Fernandez” Jawab Sunkyu yakin.

Sehun menyodorkan kertas putih itu. “Kami kembalikan Cristina kepadamu” Tepat saat itu, tangan Yoona di bawah meja langsung mencengkram celana jeans Sehun.

“Gamsahamnida” Perempuan itu tersenyum lebar dan setitik air mata kembali keluar dari matanya. “Aku benar-benar berterimakasih. Terimakasih karena telah merawat putriku”

“Aku sudah menganggapnya sebagai anakku sendiri” Sehun tersenyum.

“Padre! (Ayah!)” Cristina langsung berlari setelah seorang laki-laki Spanyol masuk ke dalam restauran. Yoona yang melihat kejadian itu kembali mengcengkram jeans Sehun semakin keras. Laki-laki Spanyol itu langsung memeluk Cristina.

“Maafkan aku, suamiku tidak terlalu fasih dalam berbahasa Korea” Beritahu Sunkyu tetap tersenyum.

“Tidak apa-apa. Aku akan segera mengirim barang-barang Cristina yang masih berada di Korea” Sehun ikut tersenyum. “Mari kembali ke hotel” Bisik Sehun pelan tepat di telinga Yoona. Sehun adalah orang pertama yang bangkit lalu menghampiri Cristina dan menyamakan tingginya dengan tinggi perempuan kecil itu.

“Karena kau sudah besar,” Sehun menggantungkan kalimat dan mengeluarkan sebuah permen lollipop jeruk dari saku mantelnya. “Ini untukmu. Crisrella” Sehun tersenyum.

***

Gran Meliá Fénix Hotel– Madrid, Spanyol– 9 PM Spain Standard Time.

Sehun masih membereskan baju-bajunya dan baju istrinya, memasukkan setiap baju ke dalam koper. Kamar hotel itu senyap, hening, tidak ada dari kedua orang itu yang berniat membuka matanya.

“Hotel ini memiliki dry cosmopolitan bar” Sehun akhirnya membuka suara. “Mau pergi ke sana?”

Dry cosmopolitan bar yang berada di Gran Meliá Fénix Hotel dipersembahkan oleh Javier de las Muelas, seorang pembisnis yang lahir di Barcelona pada tahun 1955 dan telah membangun enam dry cosmopolitan bar di Barcelona, satu di Madrid, dan satu di San Sebastián.

“Tidak” Jawab Yoona pelan, memeluk gulingnya dengan erat. Bau khas Cristina masih jelas tercium di hidungnya dan cukup membuatnya sesak.

Sehun naik ke atas ranjangnya, duduk di sebelah istrinya. “Kau ingin kembali ke Korea?” Sehun mengerti perasaan istrinya, setelah divonis pelemahan rahim dan bahkan sekarang kehilangan anak perempuan walaupun anak angkat, ia tidak ingin bertanya lebih jauh.

Yoona menutupi tubuh dalam balutan selimut. “Ya”

***

            Korea Selatan.

Yoona dengan pelan dan tanpa suara memasukkan baju dan mainan Cristina ke dalam sebuah kotak besar, kotak yang akan dikirim ke Spanyol nantinya. Matanya masih berkaca-kaca dan terkadang perempuan itu memeluk baju Cristina dan mencium baunya. Bau khas anak perempuan berdarah campuran Korea-Spanyol itu.

***

            Sehun baru saja kembali dari ruang rapatnya dan segera membuka pintu ruang kerjanya.

“Hai” Choi Sooyoung, telah duduk kembali di ruang kerja Sehun.

Sehun terdiam lalu menutup pintu ruang kerjanya. “Ada apa?”

Sooyoung menaruh selembar kertas di atas meja Sehun. “Kau bisa membacanya sendiri” Sehun segera melangkahkan kakinya, meraih kertas putih tersebut dan membacanya dengan pelan. Matanya terhenti pada sebuah kata. “Aku yakin kau telah selesai membaca kata itu

Choi Sooyoung, seorang perempuan yang dulu bekerja pada Sehun saat laki-laki itu masih menjadi germo. Dengan kata lain, Choi Sooyoung adalah mantan-pelacur-yang-pernah-dijual-laki-laki itu, sebelum datangnya Yoona ke dalam lingkaran hidup Sehun. “Akibat kelakuanmu”

Sehun menatap Sooyoung tajam. “Kita tidak melakukan apa-apa malam itu” Pikiran Sehun melayang pada malam beberapa bulan lalu saat ia pergi ke Jepang.

“Apa kau tidak ingat saat kau memberikan banyak kissmark di tubuhku?” Tanya Sooyoung kembali. “Aku mencarimu beberapa hari lalu dan sekretarismu mengatakan kau sedang berlibur ke Spanyol”

Sooyoung bangkit dari kursinya, berdiri di hadapan Sehun. “Aku hamil keturunanmu, Sehun-ssi”

“Kau benar,” Sehun menggantungkan kalimatnya dan tetap menatap mata perempuan berambut sepunggung itu. “Kau mengenalku selama bertahun-tahun dan aku juga mengenalmu selama bertahun-tahun. Kelicikanmu sudah biasa untukku, Sooyoung-ssi”

***

            Sooyoung dengan santai duduk di hadapan Yoona yang sedang membaca lembaran kertas putih yang baru diberikannya dan di sebelahnya terduduk Sehun. “Itu buktinya”

Yoona terdiam lalu menghembuskan nafasnya. Dadanya cukup berat untuk digunakannya bernafas. “Pilih satu,” Yoona akhirnya membuka suaranya dan berhasil membuat kening Sooyoung mengerut sedikit. “Dokter yang mengatakannya atau hanya aku?”

Sooyoung terdiam, tidak mengerti dengan ucapan Yoona.

“Baiklah, aku anggap diammu menjadi jawaban kau memilihku” Yoona menaruh kertas putih itu di atas meja dan menunjuk periode kehamilan Sooyoung. “Kehamilanmu telah masuk bulan ketiga, sedangkan kau tidur bersama suamiku dua bulan lalu. Singkatnya, kau sudah hamil bahkan sebelum kau tidur bersama suamiku”

“Aku tidur bersama suamimu tiga bulan lalu, jangan bercanda!” Suara Sooyoung meninggi.

“Dengan kata lain, seseorang telah menghamilimu lebih dulu” Gumam Yoona tenang. “Silakan keluar dari hidup Sehun, kau bisa melewati pintu keluar mana saja. Terserah”

“Tunggu!” Kembali, suara Sooyoung meninggi. “Aku tidur bersama Sehun–”

Yoona segera memotong ucapan Sooyoung. “Berapa IQ-mu? Aku sudah muak, sungguh”

***

            Yoona terbaring tenang di atas ranjangnya. Entahlah, hal-hal yang ia pikirkan tidak jelas. Cristina, Sooyoung, Sehun, dirinya. Ia tahu hidup adalah sesuatu yang rumit, tapi ia tidak menyangka jika akan serumit ini keadannya.

“Kau lebih pintar saat sedang marah” Gumam Sehun lalu membaringkan dirinya di sebelah Yoona.

“Kau tidak perlu lagi memindahkanku hanya karena aku tidur di kamar Cris” Yoona berbicara pelan, matanya kembali berkaca-kaca tipis. Sehun terdiam, dirinya tahu jika perempuan di sebelahnya ini akan melanjutkan omongannya. “Aku takut. Aku takut…jika benar-benar akan ada perempuan yang akan hamil keturunanmu dan dia bukan aku”

Sehun segera melihat Yoona. Perempuan itu tidak menatapnya balik dan hanya melihat plafon kamar. “Aku..takut”

Sehun melingkarkan tangan hangat di pinggang Yoona, memeluk perempuan itu dari samping. “Aku bersungguh-sungguh hal itu tidak akan terjadi”

Tangis Yoona meledak, butiran-butiran air mata itu meluncur bebas di pipinya. Perempuan itu ingin sekali berteriak betapa ia benci akan keadannya dirinya sendiri. Tidak ada perempuan di dunia ini yang tidak ingin hamil! Ia ingin…keturunan Sehun lahir dari rahimnya sendiri.

“Sudah kukatakan sebelumnya” Sehun menghembuskan nafasnya, menerpa leher jenjang Yoona. “Cukup berikan aku nafasmu dan aku akan baik-baik saja”

***

            Tujuh minggu kemudian.

Oh Sehun, terdiam membeku. Untuk kali ini, ia lupa bagaimana caranya bernafas. Detak jantungnya melemah dan tangannya mendingin. Buku-buku tangannya memutih. Ia tahu jelas resiko untuk hal ini. Resikonya terlalu besar, amat besar. Atas ketidaksengajaan-kecerobohan-kebodohannya kali ini, ia harus membayarnya dengan harga yang sama besar.

Im Yoon Ah, duduk terdiam di sebelah Sehun. Ia masih memikirkan apakah ini berita baik atau sama sekali buruk.

“Kehamilanmu memasuki minggu keenam, Yoona-ya”

Dan nyawa seorang Im Yoon Ah adalah harga terbesar dalam hidup seorang Oh Sehun.

END

Advertisements

21 thoughts on “[FF-Oneshoot] Pay The Price (Sequel of Wipe Your Eyes)

  1. Yuuhuu~ Sequel ke-2 Muncul…Daebak.! Awal2 lucu bgt lihat tingkah Sehun-Cristina.. Eee pas prgi ke Spanyol ad kjadian tak terduga.. Miris bgt Yoona,,kyak ga rela gtu Cristina di ambil ibunya.. Smpe ikut nyesek bacanya.
    YoonA Hamil?? Berita bgus tu.. Tp kok Sehun rada2 shock gitu ya? Psti krna khawatir sma Kead’n rahim YoonA.. Waaa keren2 selalu aj.. Fell’x dpet disetiap FFmu.. D tunggu Sequel selanjutnya Ya Chinguuu.. Fighting!!!

    Like

  2. ahhh,, seruhh..
    smpat sedih wktu sich, harus merelakan cris kmbali ke kuarganya.. eumm
    huwaaa,, sooyoung mncoba utk brbhong eoh??, hahakk untung yoong nya pintar…
    snang sich mndgar yoong nya hamil, moga ajah mrka berdua dlm keadaan shat nantinya…

    Like

  3. Kasian yoong unnie ditinggal cris,yg sabar ya unn…
    Yoong unnie hamil…seneng,tapi…

    Moga aja nanti yoong unnie and baby nya selamat semua…

    Ditunggu sequel selanjutnya ya thor….

    Like

  4. Cristina ketemu ortu kandungnya?? whattt??
    dan mereka ngerelain gitu aja?? kenapa gak minat ngadopsi lagi nyampe2 yoona hamil gitu..
    hadueeehh.
    yoona keren banget… bener kata sehun saat marah dia bener-bener berkali-kali nambah pinter

    Like

  5. Sehun cemburu sama anaknya sendiri, wkwk 😀 tapi sayang, semua kebahagiaan lenyap saat Cris pergi, sabar Yoona :’) Tapi lbh baik cepet sih, drpada nnt trllu banyak kenangan, malah tambah susah dilupain, dan sakit.
    Yoona jadi pintar, hore! Soo, enyahlah kau! :p Yoona hamil? Lah, gimana nantinya ituh? Hwaiting 😉

    Like

  6. nah loh? kok bisa? sehun nya kelepasan ya, pasti? terus gimana dong yoona nya? waah jangan sad ending ya. kalo gitu aku izin lanjut baca next sequel nya ya, thor. fighting!

    Like

  7. Hyaaa!! Yoona hamill!! Amin!! Amin!!! Yoona hamil anak sehun!! Lol. Oke.. Aq berharap yoona cepet sembuh dan gk mati T.T dan anak x jeong won hee… *bandel*

    Like

  8. Yoona semakin mnderita aja
    Bru aja sneng pnya anak -walaupun adopsi- baru sbentar, udah ngilang aja tuh anak -blik ma maknya ndiri-
    Dan knapa sooyoung masih muncul coba

    Like

  9. seperti yg ada d cerita , entah ini kabar baik atau buruk mengetahui yoona hamil..
    inginnya yoona hamil dan dapat melahirkan dengan keadaan baik-baik saja.. tapi entahlah, yg jelas harus baca sequel selanjutnya..
    dan untuk ff ini juga daebak chingu..

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s