Her Darkest Vision [4/4]

Her Darkest Vision [4/4]

presented by Clora P. Darlene

Starred by

EXO-K’s Kim Joonmyeon & GG’s Im Yoon Ah

Romance

PG-15

***

“Gangnam” Jawab Suho singkat. Lokasi dimana seharusnya Yoona meregang nyawa. “Aku akan kembali sebelum pukul 11”

“Jangan pergi” Bergantian, Yoona kini yang tidak berani menatap Suho. “Kumohon”

“Ak―”

“KAU TIDAK AKAN PERGI!” Teriak Yoona keras. Tidak berperasaan dan terdengar kasar.

“Kau tidak bisa menghentikanku, kau tahu itu” Balas Suho, mencoba tenang. “Selamat malam, Yoona” Suho tersenyum kecil lalu berbalik melangakah.

PRANG!!

Yoona membanting gelas kacanya, lalu meraih sebuah pecahan tajamnya. Berhasil menarik perhatian Suho dan membuat laki-laki itu berbalik . Membulatkan matanya saat perempuan di hadapannya mengarahkan pecahan gelas tajam pada pergelangan tangan kirinya.

“Kau tidak bisa menghentikanku, kau tahu itu” Kutip Yoona dari ucapan Suho tidak lama lalu. “Aku bersumpah, aku melarangmu melewati pintu kamarku”

“Yoona, dengarlah”

“Aku tidak perlu mendengar apapun” Oh, air mata itu menitik untuk kesekian kalinya.

Suho melangkah, mendekati Yoona dengan pelan. “Kau tidak perlu melakukan ini”

“Kau juga tidak perlu pergi!” Bantah Yoona.

“Hey, kita sedang membahas mimpimu, ingat?” Gumam Suho tersenyum kecil, meraih pecahan kaca pada tangan Yoona. “Kau memimpikan pembangunan itu. Sudah sejak lama, dan aku tidak bisa membiarkannya hancur seketika”

“Dengar, aku akan kembali sebelum pukul 11. Percayalah” Suho menggenggam pecahan kaca itu, berhasil diambilnya dari tangan Yoona. “Tidak akan ada yang terjadi”

“Tidak, kau…kau tidak bisa pergi” Yoona menahan isakannya yang terasa menyayat pada dirinya.

“Aku harus segera pergi. Jangan melakukan sesuatu yang dapat membahayakan dirimu sendiri.  Kau mengerti?” Suho berdiri dekat sekali dengan Yoona. Bahkan laki-laki itu dapat mendengar deru nafas Yoona yang terengah-engah dan wajah Yoona yang susah payah menahan isakannya. Suho mengecup puncak kepala Yoona sedikit lebih lama. “Selamat malam”

Ia ingin menghadang laki-laki itu. Tidak memberikan akses keluar dari kamarnya, menarik tangannya dan mengatakan tidak semua mimpi mampu hidup. Tapi yang Yoona lakukanya hanya berdiam diri di tempatnya. Tidak mampu bergerak, melangkah atau menghadang laki-laki itu pergi. Bahkan untuk menarik tangan Suho saja sudah terasa sangat susah untuk Yoona. Badanya membeku.

Kaki mungil yang biasa mampu menompang tubuhnya, kini ambruk. Ia terjatuh lemas di tempatnya. Terduduk dengan air mata yang mendesak untuk keluar.

Yang ia takutkan adalah jika Suho ‘menggantikanya’. Hal itu pernah terjadi, Yoona pernah mendengar ceritanya. Di saat seseorang seharusnya mati, tetapi terselamatkan karena seseorang yang lainnya menggantikannya―dengan sengaja ataupun tidak.

Ini adalah puncak ketakutannya. Kegelapan kembali membelenggunya. Lebih kuat dan lebih ketat. Seperti tidak memberikannya ruang bergerak, bernafaspun tidak. Ia terkurung.

Kamarnya gelap. Tidak ada niatannya untuk menyalakan lampu. Pintu putihnya tertutup rapat. Dia tidak suka keberisikan sekarang. Bahkan ia membenci deru nafasnya yang masih bisa ia dengar. Ingin sekali ia menghentikan suara dentingan jam itu. Yoona masih berdiam di tempatnya, sedari tadi.

Satu menit menuju 11:54 PM dan Suho belum menginjak kembali rumahnya. Ponselnya tertinggal di atas meja di kamarnya. Mr. Smith dan juru bicaranya mematikan ponselnya. Entah apa yang terjadi, tetapi Yoona membenci keadaan ini.

Yoona mengalihkan pandangannya pada jam.

11:54 PM.

Entah di detik keberapa seharusnya ia mati.

Atau, malaikat pencabut nyawanya kini sedang mengarah ke arahnya.

Mungkin waktunya tinggal sedikit. Tidak banyak. Dan ia juga tidak bisa berkata apa-apa.

11:55 PM.

Yoona mengambil keputusan untuk terduduk di sebelah pintu putihnya. Lama ia duduk dan jam telah menunjukan pukul 0:23 AM, Suho belum juga kembali. Ia memeluk kedua kakinya yang ia tekuk. Ingatannya akan Suho yang mencium puncak kepalanya tadi membuatnya semakin menginginkan Suho cepat kembali ke rumahnya. Ia ingin cepat melihat laki-laki yang telah berada di dalam hidupnya semenjak dua puluh tiga tahun silam itu.

Oh, Yoona bersumpah. Jika sesuatu terjadi menimpa Suho, ‘sesuatu’ itu juga harus menimpa Yoona.

“YOOONA!!!”

Yoona segera membuka pintunya, melesat secepat mungkin menuruni anak tangga. Hyoyeon membungkam mulutnya dengan tangannya, menatapi layar TV yang sedang menyiarkan sebuah laporan berita terkini.

“A-Apa…itu…Su..ho?” Hyoyeon mengucapkan pertanyaannya dengan terbata-bata. Matanya bahkan tidak melirik Yoona sedikitpun. Iris hitamnya bergetar.

Yoona juga tidak berpaling dari TV. Sebuah acara berita tengah malam melaporkan telah terjadi sebuah kecelakaan beruntun di daerah jalanan Gangnam. Kamera tidak memperlihatkan kendaraan yang menjadi korban kecelakaan tersebut, tapi Yoona dapat menangkap ada sebuah mobil hitam di balik sang reporter.

“Suho membawa mobilnya sendiri?” Tanya Yoona.

“Ne” Jawab Hyoyeon singkat dengan nada suara mengecil.

Sial. Mobil Suho berwarna hitam.

Hati Yoona terasa diremukkan. Pecahannya telah bertebaran dimana-mana dan sudah tidak mungkin untuk disatukan. Tubuhnya melemas.

Yoona membiarkan Suho mati. Ya, dia membiarkannya. Dan untuk sisa umur hidupnya nanti, Yoona tidak berniat pernah memaafkan dirinya. Yoona ingin melupakan dirinya sendiri. Tidak pernah menjadi sosok Im Yoon Ah yang menjadi penyebab kematian Kim Joonmyeon. Dia tidak pernah ingin lagi menjadi seorang Im Yoon Ah. Seorang Im Yoon Ah yang publik memanggilnya dengan ‘bukti kesempurnaan’ sebenarnya hanyalah sebuah malapetaka. Jika saja jiwa Im Yoon Ah-nya dapat ia bunuh dengan tangannya sendiri, dia akan membunuhnya dengan sukarela dan senang hati.

Kepalanya terasa pusing dengan begitu cepat. Banyak teriakan di dalam otaknya. Teriakan Suho. Sosok awal Suho saat mereka baru bertemu, membelikan anjing Siberian Husky dan menamainya dengan ‘Kyna’, pergi ke taman, menonton bers―

Yoona meraih kunci mobil dan sebuah mantel di ruang keluarganya. “Kau mau kemana?!”

“Aku akan ke Gangnam” Jawab Yoona dingin seraya mengenakan sebuah mantel cokelat.

“Kau tidak bisa pergi ke sana!”

“Tidak ada yang bisa menghentikanku, kau tahu itu” Bantah Yoona lalu membuka pintu rumahnya. Ia melangkah cepat menuju garasinya, menghiraukan teriakan Hyoyeon yang terus melengking, hingga perempuan pirang itu membentaknya dengan sangat keras. Yoona yang baru saja membuka pintu mobilnya teralihkan dengan sebuah mobil yang baru saja memasuki garasinya. Orang di dalamnya belum mematikan mesin mobil, tetapi sudah terburu-buru keluar saat melihat Yoona ingin masuk ke dalam mobil.

“Yoona, kau mau kem―”

Belum laki-laki itu menyelesaikan pertanyaannya, Yoona sudah berhamburan dan memeluknya. Dengan erat, bahkan membuat keduanya kesulitan bernafas. “Oh, astaga” Yoona masih belum bisa mengendalikan nafasnya yang terengah-engah.

Ia memeluk Suho.

Dan ia tidak mempercayainya.

“Ada apa?”

Yoona masih terdiam. Masih ingin merasakan bahwa sosok yang ia peluk adalah Suho. Benar-benar Suho. “A-Ada…sebuah kecelakan di Gangnam dan aku kira…itu…kau” Sendu Yoona. Perempuan itu menitikan air matanya pada pelukan nyaman Suho.

“Ya, aku tahu itu. Aku melihat kecelakaan itu” Beritahu Suho. “Kau dan Hyoyeon tidak perlu khawatir dan panik” Suho tersenyum kecil lalu mengelus puncak kepala Yoona.

Yoona melepaskan pelukannya, mata sembabnya ia sipitkan. Mengartikan sebuah kemarahan. “Kau menyuruhku dan Hyoyeon untuk tidak khawatir?! Tidak panik?! Hey! Kau di luar sana, di Gangnam, tempat dimana seharusnya aku mati! Kau ada di sana dan hampir mati! Bagaimana bisa kau menyuruhku dan Hyoyeon untuk tetap tenang?!!” Suara Yoona meningkat drastis kali ini. Tidak setuju dan pernyataan Suho.

“Aku lapar” Gumam Suho, polos sekali. “Hyo, apa masih ada Steak?”

Tidak, Suho sedang tidak menginginkan adu mulut itu.

***

            201 hari kemudian.

“Kita hanya akan berjalan-jalan sejenak” Beritahu Suho sembari mengikatkan tali sepatu Yoona.

“Kenapa kita tidak berdiam di rumah saja? Menonton TV, memasak atau apapun. Di luar sana berbahaya, kau tahu  itu” Yoona bersuara kecil. Nyalinya untuk berada di luar sana menciut semenjak kejadian beberapa bulan lalu―enam bulan lalu tepatnya.

“Tidak ada apa-apa di luar sana, percayalah” Suho tersenyum kecil. Mencoba menangkan Yoona. “Kau menjadi paranoid dan itulah sebenarnya yang berbahaya”

“Tidak ada bahaya apapun menjadi paranoid” Timpal Yoona.

Iris Suho berputar. “Aku tidak ingat kau secerewet ini”

“Bagus sekali. Kau melupakanku. Baiklah, kau pergi sendiri. Aku tidak akan ikut. Tidak akan pernah” Ucap Yoona tajam lalu berbalik, berniat kembali ke kamarnya.

“Baiklah jika itu maumu” Suho menaikkan kedua bahunya. “Karena kau tidak akan pernah ikut bersamaku, apa aku harus mencari perempuan lain untuk menggantikanmu di bulan madu kita di Maladewa dan Bora-Bora nanti?”

Yoona berbalik, matanya menyipit. “Aku akan menceraikanmu”

Suho tertawa, lalu mendekati Yoona. “Kau akan menceraikanku?”

“Dengan senang hati” Tukas Yoona.

“Aku hanya bercanda” Suho tiba-tiba mencium bibir Yoona, lembut sekali bagi Yoona. Membuai perempuan itu dengan bibirnya manis seperti gula, dan mengemutnya seperti sebuah lollipop. “Selamat pagi, sayang”

***

Tidakkah kalian ingin tahu siapa orang yang mati enam bulan lalu di jalanan Gangnam? Seseorang yang disebut-sebut sebagai ‘pengganti’. Seseorang yang awalnya hanya berniat melintasi Gangnam untuk menikmati malamnya Korea Selatan.

            Perkenalkan, namanya adalah Oh Sehun. Seorang mahasiswa tingkat atas pada sebuah universitas swasta ternama. Seorang laki-laki yang masih muda, cakap dalam berbicara, tampan dan menawan, berpostur tinggi―percayalah, semua perempuan mendambakannya. Tapi sayangnya, dia tidak mendambakan semua perempuan.

            Ada seorang perempuan beruntung yang terus-menerus menjadi tambatan hatinya hingga saat terakhir kali ia menghembuskan nafasnya. Seorang perempuan yang tidak akan pernah berpikir ‘dia ada’. Seorang perempuan yang tidak tahu keberadaannya, tetapi ia akan selalu ada untuk perempuan itu.

            Sudah cukup lama semenjak tatapan pertama Sehun kepada perempuan itu. Jika kau tidak percaya cinta pada pandangan pertama, Sehun di sinilah sebagai bukti kenyataan cinta pada pandangan pertama itu. Di setiap waktu ia pulang dari universitasnya, ia akan selalu melewati gedung pencakar langit itu. Menunggu hingga makan siang, dan perempuan itu akan keluar. Masuk ke dalam mobil dan pergi bersama sang supir.

            Tidak banyak yang Sehun ketahui tentang perempuan yang sudah jelas lebih tua dari dirinya itu. Hanya sekedar perempuan itu terkadang akan mengenakan kacamata baca, sering mengenakan blazer hitam dan rambut yang digerai.

            Dengan lancang, Sehun berani untuk mengambil foto perempuan itu dari kejauhan. Mengabadikan perempuan itu dalam sebentuk kertas foto yang akan ia pajang di kamarnya.

            Dan lihatlah. Ada foto Im Yoon Ah di kamarnya itu.

END

Author’s Note: Maaf karena ceritanya gak greget banget, atau klimaksnya kurang. Tidak seperti harapan readers, tetapi saya terimakasih sebanyak-banyaknya untuk semua readers (dan siders, kalau ada) yang sudah membaca dan terimakasih lebih banyak lagi untuk readers yang bersedia memberikan komentarnya dari HDV 1/4 sampai 4/4 ini. Kalian benar-benar membangun saya dan sekali lagi, terimakasih!

Dan untuk mereka yang akan UN besok hingga tiga hari ke depan, semoga diberikan yang terbaik dan Tuhan selalu ada bersama kalian semua 🙂  Amin ❤

 

Advertisements

8 thoughts on “Her Darkest Vision [4/4]

  1. oh ya ampun jadi yoona punya pengagum rahasia dan si pengagum rahasia itu yg menggantikan yoona…oohh ini sulit dipercaya tapi keren … yoona dan suho bahagia^-^
    ditunggu ff selanjutnya thor 😀

    Like

  2. Maaf baru comment di part akhir..

    Ini kenapa jadi tiba2 Sehun yang malah jadi “pengganti” ??? Kenapa Sehun bisa ada di Gangnam ?? Apa Sehun juga punya something special kayak Yoona makanya dia rela jadi “pengganti” ??

    Next FF di tunggu yaa..
    Aku M ªU YoonHun (。∩_∩。)

    Like

  3. Cerita nya bagus author,
    Udah berpikiran suho yg mati, ternyata sehun hahaha yg diam-diam mencintai yoona. Hehe
    Di tunggu FF selanjut nya.
    Fighting *teriak bareng YoonHun*

    Like

  4. Authorrrrr!!! Yaampun gilak kerenn! Aku baru..pokoknyaini aku baca sambil gabisa mingkem mulutnya:”
    Thor makasih udh buat ini, ff nya kerenn!!!

    Like

  5. Waaaah akhirnya gak ada yang mati 😂 kecuali sehun sih haha seenggaknya bisa bernafas legas kalo yoona suho itu gak kenapa kenapa. Makasih author😊

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s