Midnight

by
Clora Darlene

Main Casts
Oh Sehun | Im Yoona

Supporting Cast
Kim Minseok

Length RatingGenre
786 words | PG-13 | Romance

Before Story: It’s Okay.

Sehun keluar dari kamarnya setelah ia membersihkan diri. Rambutnya masih terlihat basah, belum kering total, dan di pundaknya tergantung tas ransel berwarna merah. Ia mengenakan Nike Pro Sleeveless Top berwarna hitam serta celana pendek berlabel Nike Pro yang juga berwarna hitam.

Yoona tengah berada di dapur, menyiapkan makanan kesukaan Ryan seperti janjinya kepada anak semawatangnya tersebut ketika Sehun muncul di hadapannya dan membuat perempuan itu mendongak memandang laki-laki itu.

“Aku akan pergi latihan.” Beritahu Sehun. Sebenarnya, tanpa pemberitahuan seperti itupun, Yoona otomatis sudah tahu―dari pakaian yang dikenakan Sehun dan tas merah kesayangannya―kalau laki-laki itu akan pergi latihan.

“Kau tidak ingin makan dulu?” Yoona menawarkan dan diikuti gelengan Sehun. Yoona melepaskan pisaunya, lalu membersihkan tangannya dan melangkahkan kakinya mendekati Sehun yang berdiri tegap lima meter darinya. Yoona meraih tangan Sehun, lalu dipandangnya sejenak tangan tersebut dan ia mendongak menatap iris pure hazel Sehun dengan penuh penyesalan. “Hati-hati.”

Sehun tersenyum. “I will. Kau tidak perlu menungguku. Mungkin aku akan pulang lebih malam,” Sehun menyempatkan mendaratkan sebuah kecupan pada kening Yoona. “Sleep well.” Yoona hanya tersenyum kecut, hatinya terasa begitu di remas ketika melihat punggung Sehun yang semakin menjauh dan akhirnya hilang di balik pintu.

Sehun mengendarai mobilnya menuju sebuah bangunan kosong yang beberapa tahun silam telah ia sulap menjadi tempat latihan Muay Thai―yang terkadang bisa menjadi ring tinju―dan sebagian menjadi gym.  Sayangnya, tempat tersebut tidak dibuka untuk umum. Bahkan hanya segelintir orang yang mengetahui tempat tersebut. Hanya kenalan-kenalannya saja. Orang asing di larang masuk. Itulah yang membuat Sehun betah berada di sana, karena tidak akan ada yang mengganggunya, tidak seperti gym kebanyakan.

Sehun segera turun dari mobilnya setelah ia sampai di sebuah gedung yang tidak bertingkat tetapi memiliki ukuran cukup luas. Ia menenteng tasnya lalu mengunci mobilnya dan disambut oleh beberapa penjaga gedung yang ia pekerjakan.

Gedung ini tidak perlalu terlalu ramai. Ia menyapa beberapa kawannya, melayangkan high-five dan menanyakan kabar mereka. Sehun juga langsung melakukan stretching sebentar, kemudian segera memasang sarung tinju dan naik ke atas ring. Ia kini berhadapan dengan salah satu instruktur Muay Thai yang dipekerjakan olehnya di gedung ini. “Terakhir kali kau kemari sebulan lalu. Apa yang terjadi?’ Tanya instrukturnya.

“Pekerjaan.” Jawab Sehun singkat mengambil aba-aba.

Instrukturnya tersebut langsung menyerangnya. Permainan resmi dimulai. Iris pure hazel Sehun tampak fokus. Ia berkali-kali memberikan serangan, tetapi sekali-kali ia juga tidak dapat menghindar dari serangan instrukturnya. Sehun melayangankan tendangannya kali ini, berhasil mengenai rahang instrukturnya, tetapi tidak cukup kuat untuk meruntuhkan pertahanan laki-laki tersebut.

Hal ini selalu menjadi salah satu cara untuk Sehun menghilangkan rasa penat yang menggerogoti isi kepalanya. Ia menikmati setiap pukulan yang ia layangkan atau setiap tendangan yang mengenai perutnya hingga rasanya ia siap muntah atau darah yang berceceran keluar dari hidungnya.

Nafas Sehun sudah mulai memburu, keringat mulai menetes setitik demi setitik, tetapi instrukturnya tersebut malah menyeringai. “Ayolah. Kau dulu lebih tangguh dari ini dan sekarang kau sudah kehabisan nafas, Sehun?”

Sehun tersenyum kecil. “Aku baru saja pemanasangan, hyung.” Sehun dengan cepat melemparkan tinjunya, dan sialnya, instrukturnya tersebut mampu menghalau dengan baik dan malah balik menyerang Sehun dengan lebih cepat. Satu tinju keras telak mendarat di wajah Sehun.

“Tuan Kim sudah datang.” Beritahu salah satu penjaga gedung di tengah-tengah pertarungan antara Sehun dan instrukturnya.

“Kau terlihat buruk, bung.” Sebuah suara menyela.

Sehun menoleh memastikan laki-laki yang baru saja datang, lalu melihat instrukturnya. “Aku harus berbicara dengannya.” Beritahu Sehun.

Instrukturnya mengangguk mengerti lalu turun dari ring dan pergi bersama sang penjaga gedung.

Kim Minseok naik ke atas ring dengan sekali loncatan. “Kenapa kau tiba-tiba menelfonku?” Tanya Minseok tidak berbasa-basi.

Sehun mendengus kasar lalu melepaskan sarung tinjunya. “Karena aku memperkerjakanmu. Tidakkah kau ingat?” Cetus Sehun sinis.

“Aku tahu,” Minseok memutar bolamatanya. “Maksudku, pekerjaan apa kali ini yang akan kau berikan padaku, Yang Mulia?”

Sehun menghela nafas, mencoba mengatur deru nafasnya yang terengah-engah. “Aku ingin kau membersihkan satu laki-laki ini. Namanya Xi Luhan.”

“Kau ingin aku membunuhnya?” Minseok memastikan.

“Bukankah itu spesialisasimu?” Tanya balik Sehun.

“Apa yang telah dia lakukan? Merebut kekuasaan perusahaanmu? Merebut pasarmu?” Ada nada canda pada pertanyaan Minseok.

“Merebut istriku.” Jawab Sehun singkat.

Minseok terdiam sejenak. Tidak berkedip. Tidak mengekspektasikan jawaban Sehun barusan. “Kau yakin?”

“Aku tidak pernah lebih yakin dari sekarang. Dia mencium Yoona.”

“Tunggu. Jadi, ini adalah masalah rumah tangga?” Kening Minseok mengerut dalam.

“Bisakah kau melakukan tugasmu tanpa banyak bicara?” Nada suara Sehun meninggi satu oktaf. Raut wajahnya sudah terlihat begitu kesal dengan berbagai pertanyaan yang dilontarkan oleh Minseok.

“Ayolah, Sehun,” Minseok mendesah pelan. “Itu gila. Tidak bisakah kau berbicara dengan Yoona atau bertanya mengapa laki-laki bernama Xi Luhan ini menciumnya atau mengapa Yoona balas menciumnya juga? Masalah ini bisa diselesaikan.”

“Maka, beginilah caraku menyelesaikannya.”

“Sehun―”

Sehun membanting sarung tinjunya menghasilkan suara yang cukup besar dan mengagetkan. Matanya menyorotkan api kemarahan yang berkobar tidak tertahankan dan ia menunjuk Minseok dengan tajam. “Aku ingin dia sudah mati tengah malam nanti.”

Copied that, sir.”

end.

Advertisements

13 thoughts on “Midnight

  1. Waaa…,Sehun menyuruh Minseok membunuh Luhan karena mencium Yoona istrinya😰😱.Cinta Sehun ternyata besar juga untuk Yoona…😍😍😍

    Like

  2. Jd ini critanya series. Aigoo.. Ap Luhan akan mati? Nanti klu Yoona tau gman tuh, Sehun kelewat batas. Tp sbenarnya ad ap dgn rmh tangga Yoonhun? Apapun yg trjd, aku tetp brharap kebahagiaan utk crita ini. Fighting thor 🙂

    Like

  3. Omona mengejutkan😱😱😱 sehun berani nyuruh orang buat bunuh luhan,,,, moga aja kagak jd,, kasian ntar kalo yoona tau ntar rumah tangga mereka penuh pertengkaran,,,, btw irresistible kapan dilanjut thor????? Ane udah nungguin banget kelanjutannya😭😭😭

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s