Stranger

by
Clora Darlene

Main Cast
Im Yoona

Supporting Cast
Park Chanyeol

Length RatingGenre
774 words | PG-13 | Romance

[Yoona’s Point of View]


Yoona mengetuk-ngetukkan jemari lentiknya di atas meja. Salah satu tangannya menyangga dagu. Dua jam terakhir ia terus memperhatikan arloji yang melingkar di pergelangan tangannya―untuk tetap membuatnya sadar akan waktu yang telah ia gunakan―dan sesekali ia menoleh ke arah pintu masuk―untuk memeriksa apakah orang yang ia tunggu telah datang―dan sesekali juga ia melirik ponselnya―untuk memeriksa apakah ada notifikasi pesan atau panggilan dari orang yang ia tunggu―tetapi semuanya percuma, karena laki-laki itu tetap tak kunjung datang menghampirinya.

Yoona masih duduk di kursi tinggi di sebuah cocktail bar―tempat ia dan laki-laki itu berjanji untuk bertemu malam ini setelah Yoona mendarat di Seoul―dan menyesap sedikit demi sedikit segelas cocktail yang telah ia pesan sedari tadi. Suasana bar tersebut tidak ramai―eksklusif. Lampu kristal gantung menyala terang, dan hanya ada bisikan-bisikan pelanggan lainnya atau terkadang sebuah tawa pecah dengan suara khas pria tua bersama kolega kerjanya yang memenuhi ruangan.

Cocktail lagi, Nona?” Bartender menawari.

Yoona menggeleng dengan sebuah senyuman tipis. “Tidak. Aku menyetir sendiri.”

“Baiklah.” Bartender tersebut berpindah kepada pelanggan lainnya dan menawari hal yang sama.

Yoona mengusap wajahnya dengan halus, dan memaksa otaknya untuk segera mengirimkan impuls melalui sistem sarafnya untuk menggerakkan otot-otot tubuhnya agar beranjak pergi dari tempatnya ia saat ini. Ini semua akan berakhir percuma, Yoona tahu itu. Seberapa lama pun ia menunggu, laki-laki itu tidak akan datang, Yoona tahu itu juga. Ia sudah sampai di akhir kisah. Tidak ada yang bisa dilanjutkan dan dibawa ke chapter selanjutnya.

Yoona menoleh ketika sebuah buket bunga disodorkan di sebelahnya. Ada percikan terkejut sekaligus senang ketika melihat buket bunga indah tersebut.

“Untukmu.” Laki-laki itu berucap lalu duduk di kursi tinggi di sebelah Yoona. Rambut laki-laki itu terlihat sedikit berantakan, ia mengenakan setelan jas berwarna khaki yang dipadupadakan dengan kemeja putih tanpa dasi,

Kening Yoona mengerut dalam. “Chanyeol mengirimmu ke sini untuk memberikanku ini?” Tanya Yoona.

Laki-laki itu memesan segelas cocktail terlebih dahulu kepada sang bartender lalu menoleh memandang Yoona. “Siapa Chanyeol?  Dan apa―mengirim bunga untukmu? Apa kau pikir aku adalah florist yang juga melayani jasa antar buket bunga?”

Yoona tidak mengedipkan matanya dan memandang laki-laki itu dengan polos. “Kau bukan delivery man?”

Laki-laki itu mendesah pelan dan tertawa hambar. Ia menunjuk pakaiannya. “Apa kau pikir delivery man akan mengenakan suit dari Tom Ford dengan harga belasan ribuan dollar, Rolex Submariner watch, dan sepasang sepatu dari House of Testoni?” Laki-laki itu menarik ujung jasnya untuk memperlihatkan arlojinya dan menunjuk sepasang sepatu pantofel mengkilap yang ia kenakan. Memberitahu Yoona bahwa ia adalah laki-laki ‘berada’ dan mengiranya sebagai seorang delivery man telah mencoreng harga diri dan martabatnya.

Rasa kekecewaan membanjiri Yoona ketika laki-laki itu secara tidak langsung memberitahunya bahwa buket bunga itu bukanlah dari Chanyeol. Park Chanyeol―laki-laki yang telah ia tunggu selama dua jam terakhir di cocktail bar ini tetapi tak kunjung menampakkan ujung batang hidungnya.

Yoona tersenyum kecil lalu meraih buket bunga tersebut untuk menutupi raut kesedihannya, walaupun ia―kembali―siap menangis untuk alasan yang sama―keberadaan laki-laki itu yang tidak pernah ada untuknya, yang tidak pernah ada di sisinya.

“Terimakasih,” Ucap Yoona. Laki-laki itu tidak memperhatikannya dan tengah menikmati segelas cocktail yang baru disajikan oleh sang bartender. “Maafkan aku karena telah mengiramu sebagai delivery man. Aku sungguh-sungguh tidak tahu,” Yoona melanjutkan tetapi laki-laki itu masih tidak memberikan respon apa-apa, menganggapnya masih tersinggung karena ucapan Yoona sebelumnya. Yoona menelan salivanya dengan susah payah, ia kembali berbicara, mencoba mencairkan suasana. “Mengapa kau tiba-tiba memberikanku buket bunga ini?”

Yoona yakin bahwa ia tidak mengenal laki-laki ini. Bahkan Yoona masih ingat teman-temannya di Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan teman-teman seperkuliahannya, tapi wajah laki-laki ini masih terasa asing untuknya, dan pertanyaan yang ia lontarkan tentu saja masih dalam batas wajar mengingat Yoona sendiri pun tidak mengerti mengapa laki-laki ini tiba-tiba datang dan memberikannya sebuah buket bunga yang menurut Yoona sangat indah.

Laki-laki itu akhirnya menoleh, merasa tertarik dengan pertanyaan Yoona. “Karena kau terlihat kesepian.”

Jawaban laki-laki itu telak berhasil menutup mulut Yoona rapat. Matanya tidak berkedip dan tanpa Yoona sadari iris madunya beradu pandang dengan iris pure hazel tersebut. “Lalu, bagaimana denganmu? Tidakkah kau merasa kesepian seperti diriku juga karena kau telah menyiapkan buket bunga ini, tetapi orang yang kauberikan malah menolaknya?”

Kini, giliran laki-laki itu yang menutup mulutnya. Tatapannya menajam dan mendadak intens balas memandang iris madu Yoona dan Yoona anggap itu sebagai sebuah jawaban atas pertanyaannya. Laki-laki itu tidak membuka suaranya hingga Yoona tersenyum lebar dengan sorot mata lelah dan berdiri dari kursi tinggi dengan perasaan berat yang mendadak hilang dari dadanya. Ia baru saja lupa bahwa ia telah melalui dua jam kesendirian tanpa hasil apapun. Ia menggenggam buket bunga tersebut. “Thank you. Your flower made my day.” Yoona akhirnya pergi dari sana, melangkahkan kakinya menuju mobil dan berlalu di jalanan raya Seoul.

end.

Advertisements

4 thoughts on “Stranger

  1. Aah…sayang sekali…seorang Park Chanyeol yang Yoona tunggu tidak datang.Dan siapa pria bermata hazel yang memberikan Yoona bunga??Sehunkah….

    Like

  2. Mau dikasih ke siapa tuh bunga sebenernya Hun?
    Apa jangan2 seseorang yg menolak pemberian bunga dr Sehun itu yg membuat Chanyeol tidak menemui Yoona? *weeh asumsi asal duga kumat kkk

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s