Bride

b4159ec36fbbbf864a46bf5fce09124558df2650_hq

by
Clora Darlene

starring
Im Yoona | Oh Sehun

Length | Genre
660 words | Marriage

Yoona menarik sedikit bagian bawah gaun putihnya yang menjuntai panjang di lantai marmer. Ia melangkah pelan menaiki beberapa anak tangga dan akhirnya tiba di tengah panggung dan berdiri di hadapan ratusan tamu yang ia undang pada acaranya mala mini. Di hadapannya juga ada standing mic berwarna hitam. Ia menyisipkan beberapa helai rambutnya di belakang telinga sebelum memulai bride wedding speech-nya.

“Hm,” Yoona berdeham pelan dengan sebuah senyuman kecil. Lighting mengenai tepat wajahnya dan membuatnya semakin terlihat glowing. “Ini adalah wedding speech pertamaku,” Yoona mulai berbicara dan diikuti tawa renyah dari para tamu undangan. “Dan, kuharap ini sekaligus menjadi yang terakhir karena aku tidak ingin lagi ada orang lain yang menerima wedding speech-ku selain Sehun.”

Para tamu bersorak ramai mendengar ucapan Yoona yang terkesan cheesy dan perempuan itu ikut tertawa. “Aku tidak pintar memainkan kata-kata, pardon me.”

 

“Aku ingin sedikit bercerita tentang sebuah kisah yang ditulis selama delapan tahun lamanya. Cerita tentang kesabaran. Tentang perjuangan. Tentang keyakinan. Tentang keteguhan. Delapan tahun bukan waktu yang singkat, atau tidak akan berjalan cepeat seperti kalian mengedipkan mata. Delapan tahun yang dipenuhi dengan tawa serta derai air mata di waktu yang bersamaan. Delapan tahun yang diwarnai dengan suka dan luka di atas kanvas yang sama.

Selama dua puluh tujuh tahun, aku tumbuh dan berkembang menjadi seseorang yang selalu aku impikan―aku tidak bergantung dengan orang lain, aku berprofesi sesuai dengan cita-cita masa kecilku, aku bisa mendapatkan apa yang selalu kuinginkan, independent―dan ketika itu, seseorang menyuguhkanku mimpi yang lain. Mimpi yang sebelumnya tidak pernah kuimpikan.

Pernikahan adalah sesuatu yang tidak pernah kuimpikan, tidak pernah terbayangkan. Lama-kelamaan, aku menjadi salah satu orang di luar sana yang tidak menjadikan pernikahan sebagai sebuah tujuan hidup yang harus kucapai atau menjadikannya sebagai prioritas. Bahkan tidak ada sebersit keinginan ketika aku melihat teman-temanku satu per satu menemukan pasangan sejati mereka, melangkah di altar, dan akhirnya memiliki keturunan yang amat sangat lucu.

Tetapi, delapan tahun lalu, laki-laki ini datang. Di umurku yang ke dua puluh tujuh. Semenjak itu, ada sesuatu dalam diriku yang berubah dan semenjak itu pula kisah ini mulai ditulis oleh semesta.

Sehun. Oh Sehun. Datang ke hidupku dengan membawa sebuah bingkisan berisikan kepercayaan dan mimpi yang selama ini hilang dari hidupku. Delapan tahun dan tidak pernah sekalipun dia berhenti mengertiku. Dia mengerti keegoisanku, amarahku, keagresifanku, ambisiku. Semua orang melihat sisi terbaik dari diriku, tetapi sia sangat mengerti sisi burukku. Delapan tahun dan aku akhirnya melihat dunia ini sedikit berbeda dengan ada dia di dalamnya.

Aku tahu ini semua terdengar berlebihan dan kalian semua bisa menemukan kisah yang sama sepertiku di drama-drama yang biasa tayang mingguan, tetapi ini hanya segelintir dari panjangnya kisah delapan tahun kami yang merubah diriku. Sehun merubahku dan dia bertahan. Dia menjadikanku seorang wanita yang lebih baik dengan meyakinkanku bahwa ‘it is okay to believe in love’.

I love who I am right now, and I am thank you so much to you, Sehun. It is not we were lucky to be together, but because we are meant to be together.”

 

Seluruh kata-kata itu sudah ditulis oleh Yoona beberapa hari lalu pada sebuah lembar kertas. Ia sudah menghafalnya. Tetapi, berdiri di atas panggung dengan memandang Sehun lurus yang duduk di tengah-tengah ruangan yang membalas pandangan Yoona dengan tatapan hangat yang tidak pernah berubah dari delapan tahun lalu―sekejap Yoona lupa dengan suasana di sekitarnya.

Bibir pink-nya membentuk sebuah senyuman manis, begitu juga dengan Sehun yang dapat melihatnya.

I’ve been waiting for this for a long time, and finally, here we are. Thank you, Oh Sehun, for bringing me here, for bringing me into my another dream and be a part of it. If it weren’t you, I would never have another name to mention. I love you with all of my heart.” Hanya kalimat singkat penuh makna yang dapat diucapkan Yoona untuk lelakinya. Kembali lagi, ia tidak pintar mengutarakan perasaannya. Dan melihat Sehun dengan rambut yang sudah sedikit acak-acakan, tuxedo, serta dasi yang sudah dilonggarkan―Yoona tidak sabar untuk memulai hidup barunya sebagai seseorang yang mencintai dan dicintai seutuhnya.

end.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s