Savior Curse

by
Clora Darlene

starring
Im Yoona | Oh Sehun

Length | Genre
Oneshoot Fantasy

After story of Alive.

Sehun yang telah rapih mengenakan suit-nya mengetuk sebuah pintu lalu memutar knopnya dan masuk. Iris pure hazel-nya langsung mendapatkan perempuan itu tengah memandangi bayangannya pada cermin besar di hadapannya. Sebuah senyuman tergambar jelas di wajah sempurna Sehun dan Yoona dapat menangkapnya dari cermin. “Apa perempuan pada abad ini berpakaian dengan baju-baju kekurangan bahan seperti ini?” Tanya Yoona merujuk pada emerald green suede dress yang ia kenakan dengan potongan open back yang cukup besar. Sehun yang bersandar pada dinding dengan kedua tangan yang ia lipat di depan dadanya hanya mengangguk sebagai jawaban. Melihat respon Sehun yang singkat dan tetap menatapnya dengan tatapan aneh—dan jangan lupakan senyumannya yang masih belum menghilang sejak tadi—membuat Yoona membalikkan badannya dan raut wajahnya berubah. “Wait a second. Kau pasti menyukainya, bukan? Perempuan-perempuan berlalu-lalang di hadapanmu dengan pakaian-pakaian seperti ini?” Alis kiri Yoona menukik tajam dan Sehun tidak merespon apa-apa selain hanya tersenyum. Yoona mendengus keras, “Yang benar saja. Kekasihmu mati selama empat abad, dan yang kaulakukan adalah menikmati tubuh perempuan lain. Jangan katakan, kau juga bercinta dengan mereka.”

Sehun masih belum menjawab, dan sepertinya kekesalan Yoona sudah mencapai ubun-ubunya. “Oh Sehun, jawab aku.”

You look unbelievably beautiful.” Ucap Sehun dengan mata yang bersinar memandang Yoona walaupun jawabannya sangat out of topic.

“Tidak mempan, Sehun.”

Sehun melangkah mendekati Yoona dan memandang perempuan itu lebih dekat. “Ya, pakaian-pakaian yang kekurangan bahan seperti yang kau katakan itu memang sudah menjadi fashion sense pada abad ini. Aku tidak menikmati setiap perempuan yang mengenakan pakaian mini di hadapanku, dan aku tidak bercinta dengan perempuan manapun. Any question left, milady?” Tanya Sehun balik dengan sebuah senyuman teduh. Melihat Yoona yang hanya terdiam, Sehun kembali membuka suaranya. “Kau sudah siap? Semuanya telah menunggumu.”

“Kau yakin ini benar? Aku hampir membunuh mereka semua empat ratus tahun lalu.” Sanggah Yoona.

“Yoong, kau selalu menjadi bagian dari klan ini, sebelum atau bahkan setelah insiden empat ratus tahun lalu,” Sehun mencoba meyakinkannya lalu mengeluarkan sebuah benda dari saku celananya. Sebuah cincin berwarna hitam mengkilap yang kemudian Sehun pasang di jari manis tangan kanan Yoona. “Kita sudah sepakat sebelumnya mengenai hal ini. Kau siap?”

Yoona menghela nafas panjang sebelum akhirnya ia merangkul lengan Sehun dan meyakinkan dirinya, “Lets go.”

Sejak pertama kali ditemukan lebih dari satu millennium lalu—satu millennium dua abad lebih tepatnya—oleh seorang anggota senior klan yang saat ini memegang posisi tinggi di dalam klan supernatural creature terkuat di Korea Selatan yaitu Jung Yunho, Im Yoona diprediksikan menjadi Kartu AS bersama dengan beberapa anggota lainnya. Tetapi, seiring berjalannya waktu dan semakin lama Yoona mengembangkan dan menunjukkan kekuatannya, Yunho merasakan sesuatu yang ganjal dari dark power yang dimiliki oleh Yoona. Training yang dilakukan oleh anggota klan ditujukan untuk melatih anggota klan dalam mengontrol dan mengembangkan kekuatan mereka, tetapi hal sebaliknya terjadi pada Yoona. Semakin kuat dark power yang ia miliki, semakin susah Yoona mengontrolnya walaupun kala itu Yoona tetap berdalih ia bisa mengatasinya.

Tidak butuh waktu lama untuk Yunho akhirnya memutuskan bahwa Yoona harus meminimalisir perkembangan kekuatannya dan pergerakannya harus diawasi oleh klan. Perempuan bermata rusa itu melewati waktu-waktu tersulitnya dalam pengawasan akibat banyaknya larangan yang diaplikasinya kepada dirinya. Ia tidak boleh ikut training dan waktu untuk bermain-main bersama teman-temannya dibatasi dan semakin lama semakin berkurang. Yoona dengan sifat ceria dan senyum yang cerah tumbuh berubah menjadi sosok pendiam akibat pengisolasasian yang sangat lama dan ketat.

 

 

Setelah mengasingkanku, kau sekarang ingin menyewakanku babysitter? Yoona tampak tidak peduli pada sosok baru yang dikenalkan oleh Yunho kepadanya. Bahkan Yoona sudah tidak lagi menunjukkan hormatnya kepada seniornya tersebut yang sebelumnya sudah ia anggap sebagai ‘ayahnya’. Di mata Yoona, Jung Yunho adalah satu-satunya yang bertanggungjawab atas penderitaan yang dirasakan olehnya selama ini sekalipun semua yang dilakukan oleh laki-laki itu untuk kebaikan Yoona sendiri.

Dia akan mengawasimu. Beritahu Yunho.

Itu yang telah kaulakukan kepadaku selama dua abad. Apa masih kurang? Woah. Kau sangat serakah. Timpal Yoona dengan sinis.

Aku akan menarik semua larangan yang kuberikan kepadamu.

Yoona mengangkat kepalanya, terlihat tertarik dengan tawaran Jung Yunho kali ini. Seberapa banyak yang harus kubayar? Yoona sangat mengerti bahwa Yunho tidak akan mengangkat seluruh larangannya cuma-cuma.

Sehun akan mengawasimu. Kau hanya perlu mendengarkannya. Kau boleh kembali ikut training dan tinggal di markas klan. Jelas Yunho singkat.

Iris madu Yoona memandang Yunho dengan jeli lalu beralih pada laki-laki yang mengenakan pakaian serba hitam dan jubah yang berdiri beberapa langkah di belakang Yunho. Siapa dia?

Oh Sehun. Dia juga bagian dari klan. Aku mempercayakannya untuk mengawasimu. Jawab Yunho.

Kau mempercayakannya untuk menjaga iblis sepertiku? Tanya Yoona lagi.

Yoona, aku akui dark power-mu sangat kuat, tapi aku juga mengakui Sehun tidak kalah kuatnya denganmu. So, you better behave well. Hes quite merciless.

Jadi, kapan aku bisa keluar dari palung samudera ini?

Tentu saja, sekarang. Welcome back, my little princess.

 

 

Iris madu Yoona menyapu rumah super besar yang dilapisi marmer yang digadang-gadang sebagai ‘markas baru klan’ tersebut. Term ‘rumah’ sepertinya tidak tepat digunakan karena bangunan tersebut sudah bak istana atau kastil. Pandangan Yoona tampak terpukau, matanya tidak berkedip dan ia tetap mengucapkan ‘Whoa’ seraya ia dan Sehun keluar dari kamar dan berjalan menuju ruang makan. Markas klan yang Yoona tahu—dan yang terakhir kali ia lihat empat ratus tahun lalu—adalah sebuah rumah—yang juga sama besarnya—tetapi dengan dekorasi sangat kuno. “Kapan kalian pindah kemari?” Tanya Yoona kepada Sehun.

“Satu abad lalu. Kris menemukan rumah ini dan mengusulkan untuk pindah. Tempat training dan anggota baru klan berada di lokasi yang berbeda. Di sini hanya diisi oleh anggota inti klan,” Jawab Sehun. “Kau menyukainya?”

Yoona tersenyum dan mengangguk cepat. “Definitely my style.”

Mata Yoona masih tampak berbinar, dan ia juga menemukan beberapa barang yang ia kenal. Barang-barang yang berasal dari markas klan tempat ia tinggal dulu. Yoona terpukau dengan barang-barang tersebut yang sepertinya tahan atas arus waktu.

Yoona dan Sehun akhirnya sampai di depan sebuah pintu besar nan tinggi. Di baliknya ada ruang makan di mana anggota klan sudah berkumpul untuk menyambut kembalinya Yoona.

Lagi, Sehun dapat melihat wajah was-was Yoona, dan bahkan semakin nervous daripada sebelumnya. Sehun meraih tangan Yoona yang melingkar di lengannya lalu digenggamnya. “Ini rumahmu. Kau tidak perlu takut, Yoong,” Sehun mencoba menenangkan. “Akan ada wajah-wajah baru di dalam sana. Kau tidak perlu bingung, aku akan memperkenalkanmu kepada mereka semua. Selama kau pergi, klan merekrut beberapa anggota inti baru.”

Yoona mendongakkan kepalanya dan memasang wajah polosnya. “Aku sangat payah dalam mengingat wajah baru.”

Sehun tertawa melihat ekspresi Yoona. Oh, astaga, sudah berapa lama Sehun tidak tertawa seperti ini? Tentu saja, empat ratus tahun. Empat ratus tahun terlama bagi Sehun. Hidup dan dunia Sehun ikut hancur di waktu tangannya berlumuran darah Yoona setelah ia mencabik-cabik jantung perempuan itu.

“Kau siap?” Sehun bertanya sekali lagi lalu tangannya turun dan merangkul pinggang kecil perempuannya.

Yoona tersenyum kecil. “I am.

Sehun mendorong pintu besar tersebut dengan satu tangan dan ikut tersenyum, “Welcome back home.

Ruangan tersebut dihiasi lampu-lampu kristal gantung raksasa. Sebuah meja makan panjang dengan makanan berlimpah di atasnya sudah siap dan ratusan lilin telah dinyalakan untuk memberikan suasana lebih hangat. Setiap sudut ruangan dihiasi dengan berbagai macam bunga-bunga langka indah yang jika Pemerintah Korea Selatan tahu dapat dipastikan seluruh anggota klan dapat dikenai sanksi pelanggaran undang-undang eksplorasi flora langka.

Lagi, dapat Sehun lihat binar-binar di mata madu Yoona. Wajah was-was dan nervous mendadak menghilang, digantikan oleh luapan perasaan yang tertahan di ujung mulut dan hanya tersampaikan oleh setitik air mata yang jatuh.

Ada belasan orang di dalam ruangan itu dan semuanya berdiri memandang Yoona dengan tatapan hangat dan penuh kerinduan. Jung Yunho adalah orang pertama yang menghampiri Yoona. “Welcome back, my little princess.” Sehun dan Yoona tidak asing lagi dengan ungkapan Yunho yang satu itu. Yunho langsung mendekap Yoona di dalam pelukannya dan perempuan itu membalas pelukannya.

Thank you.” Hanya itu yang dapat Yoona ucapkan dari mulutnya. Ketika Yunho melepaskan pelukannya, ada anggota klan lainnya yang juga ikut menghampiri Yoona dan memeluk Yoona. Kris dan Jessica adalah orang kedua dan ketika yang memeluk Yoona, lalu diikuti oleh Yuri, Joonmyeon, Taeyeon yang merupakan anggota-anggota klan yang sangat dekat dengan Yoona.

Sehun menarik sebuah kursi untuk Yoona dan mempersilakannya duduk lebih dulu. Tidak pernah sekalipun dalam imajinasi Yoona bahwa momen seperti ini akan benar-benar ada dan terjadi. Kejadian ini jauh lebih sulit dibayangkan oleh Yoona ketimbang ketika ia harus membayangkan bahwa akan datang hari di mana ia dan Sehun akan melaksanakan takdir mereka masing-masing yaitu Sehun sebagai ‘The Savior’ harus membunuhnya yang notabene merupakan ‘The Pure Blood of Devil’ yang sumber terbesar kekuatannya dari mengorbankan manusia.

Kisah cinta mereka seharusnya tidak dimulai sejak awal cerita.

Ting! Ting! Ting!

Jung Yunho berdiri dan memukul pelan gelas tinggi miliknya dengan garpu. “Selamat malam, semuanya.”

“Selamat malam.” Seisi ruangan kompak menjawab.

“Malam ini merupakan malam istimewa untuk kita semua, terutama untuk Sehun,” Yunho melirik Sehun dan seisi ruangan tertawa renyah. “Malam ini kita menyambut kedatangan—bukan. Kepulangan. Kembali pulangnya salah satu anggota klan ini yang telah pergi begitu lama. Anggota klan yang sangat kuat dan tangguh dan selalu membela klan ini tanpa adanya sedikitpun keraguan. Selamat datang kembali, Im Yoona.” Yunho dengan sebuah senyuman mengangkat gelasnya.

Yoona menatap Sehun sejenak dan memberikan sebuah pertanyaan melalui tatapannya. Sehun memberikannya sinyal dengan mengangguk dan Yoona akhirnya berdiri. “Aku sangat berterimakasih atas segalanya. Literally everything. Untuk penyambutan ini, makan malam, atau bahkan…menerimaku kembali,” Yoona tampak memilih kata-kata yang akan ia ucapkan dengan hati-hati. “Aku tahu dan masih mengingat dengan jelas apa yang kulakukan empat ratus tahun lalu. Aku meracuni Kris dan Joonmyeon. Aku menyiksa Yuri, Jessica, dan Taeyeon. Aku menghancurkan markas klan. Aku bahkan hampir membunuh Sehun,” Yoona menunduk memandang Sehun yang duduk di sebelahnya dan laki-laki itu membalasnya dengan penuh arti lalu Yoona kembali mengedarkan pandangannya ke seluruh anggota klan yang berada di ruang makan. “Basically I was almost killed all of you and I killed some of us. Jika ada dari kalian yang tidak bisa memaafkanku dan tidak bisa menerimaku kembali, aku sangat mengerti. Maaf tidak akan cukup untuk menebus dosaku dan mendapatkan pengampunan dari kalian semua, atau bahkan dari seluruh anggota klan. So, feel free to let me know if you hate me.”

Seisi ruangan kembali tertawa mendengar epilog pengakuan dari Yoona. Yunho kembali mengangkat gelasnya. “For Cougar and Yoona.”

For Cougar and Yoona.” Seluruh anggota inti Cougar Clan—klan supernatural creature terkuat di Korea Selatan—ikut mengangkat gelasnya dan saling bersulang.

Yoona kembali duduk, dan bersulang dengan Sehun. “Cheers.”

Cheers.”

Yoona dan Sehun menegak champagne mereka masing-masing. Makan malam dimulai dan ruangan besar tersebut mulai diisi dengan percakapan hangat dan ringan. Tawa-tawa mulai terdengar dan semuanya terasa sempurna. Sehun dapat melihat bahwa Yoona sangat menikmati malam ini. Perempuan itu sesekali ikut ke dalam percakapan dan melemparkan beberapa pertanyaan mengenai perkembangan klan selama empat ratus tahun terakhir.

“Siapa yang duduk di sebelah Joonmyeon?” Tanya Yoona berbisik pada Sehun.

“Kim Minseok. Setelah insiden empat ratus tahun lalu, Yunho semakin memperketat peraturan klan dan ia merasa bahwa klan harus diperkuat dengan menambah anggota inti. Orang pertama yang direkrut oleh Yunho sebagai anggota inti setelah kejadian empat ratus tahun lalu adalah Kim Minseok.” Jelas Sehun sesingkat mungkin.

“Lalu, siapa lagi?” Tanya Yoona.

“Bae Irene—perempuan yang duduk di sebelah Taeyeon. Seulgi—perempuan yang duduk di sebelah Irene. Jongin, Taeyeong, Ten, Mark, dan Yixing.” Sehun menunjuk dengan tangannya yang tengah memegang segelas champagne yang baru saja kembali diisinya.

“Delapan anggota inti baru?” Mata Yoona tampak membulat terkejut.

“Aku juga terkejut,” Timpal Sehun mengerti ekspresi Yoona. “Aku tidak menyangka bahwa Yunho akan merekrut anggota inti sebanyak itu.” Sehun menyesap kembali champagne-nya. Iris pure hazel-nya memandangi anggota-anggota inti baru klan. Sebelum insiden empat ratus tahun lalu, Yunho sangat jarang mengangkat seorang anggota biasa menjadi anggota inti. Mungkin dalam kurun waktu satu abad hanya akan ada satu anggota yang direkrut sebagai anggota inti. Tetapi, dalam empat ratus tahun terakhir, Yunho menambah delapan anggota inti baru—sangat terlihat jelas bahwa insiden empat ratus tahun lalu membangunkan ketakutan dan paranoia dalam diri Jung Yunho yang sudah lama terlelap.

“Seberapa kuat mereka?” Lagi, Yoona bertanya. Banyak yang harus Yoona pelajari setelah terbangun dari kematiannya.

“Jika aku menggambarkannya menggunakan binatang—mereka adalah kobra. Lincah, licik, dan berbisa.”

“Sepertinya mereka adalah Kartu AS baru klan.” Timpal Yoona.

“Kau bisa bilang begitu.”

Yoona sekali lagi mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru meja makan. Sebuah senyuman kecil tergambar, namun sedetik kemudian keningnya mengerut. Ada yang kurang, pikirnya. “Di mana Donghae oppa?” Yoona seakan-akan melemparkan pertanyaan tersebut ke meja makan dan semuanya menoleh kepadanya. “Aku tidak melihatnya sedari tadi. Apa dia sedang pergi melakukan misi?” Yoona meyambung pertanyaannya.

Sejenak hanya ada keheningan yang menyelimuti ruangan. Dan di detik selanjutnya, Yunho mengambil inisiatif untuk menjawab pertanyaan Yoona. “Setelah kau pergi, sesuatu terjadi, Yoong.”

“Sesuatu?” Alis kiri Yoona terangkat, menandakan ia masih clueless.

“Donghae mengkhianati klan.” Changmin—salah satu anggota inti senior klan—menjawab to the point.

“Tidak mungkin,” Celetuk Yoona dengan cepat walaupun raut wajahnya sudah memancarkan keterkejutan. “Donghae oppa tidak akan pernah mengkhianati klan.”

“Donghae bergabung dengan Jaguar dan menjual informasi Cougar ke mereka.” Yunho mencoba menjelaskan secara ringkas. Menjadi klan terkuat tidak menutup kemungkinan tidak ada yang berani menentang mereka. Jaguar—sebuah dark clan—hadir menjadi ‘oposisi’ Cougar yang memiliki keinginan kuat untuk menguasai peradaban manusia. Jaguar berpendapat bahwa eksistensi Cougar yang melindungi manusia adalah hal yang konyol. Mereka—supernatural creature—seharusnya menduduki posisi teratas dalam food chain.

“Jadi, sekarang Donghae oppa bersama Jaguar?” Tanya Yoona memastikan.

“Dia dibunuh.” Lagi, Yunho menjawab.

Mata Yoona membelalak lebar. “Di…bunuh? Setelah bergabung dengan Jaguar, mereka malah membunuhnya?” Suara Yoona terdengar tercekat.

Cougar membunuhnya,” Yunho membenarkan. “Dia membuat kekacauan di pusat kota dan membahayakan penduduk di sana. Kami tidak punya pilihan lain selain mengeliminasinya.”

Fakta Cougar membunuh Donghae menjadi fakta paling sulit diterima oleh akal Yoona, jauh lebih tidak masuk akal dari Donghae mengkhianati Cougar dan bergabung dengan Jaguar. Cougar sudah menjadi rumah bagi setiap anggotanya, tetapi sepertinya tidak untuk Lee Donghae yang terkenal dengan loyalitasnya yang tinggi terhadap klan.

“Siapa dari kita yang membunuhnya?” Yoona kembali melemparkan pertanyaannya dengan pandangan intens mengarah ke Yunho denga tangan yang terkepal di atas meja makan. Ia sepertinya sudah sangat siap menyerang anggota Cougar yang ditugaskan membunuh Donghae di makan malam perdananya dalam empat ratus tahun.

Tidak ada yang menjawab langsung pertanyaan Yoona. Iris madu Yoona menge-scan setiap mata anggota inti klan yang ikut duduk bersamanya kali ini di meja makan. Yoona menangkap bolamata Yunho yang mengarah kepada sosok yang duduk di sebelah Yoona dan di detik yang sama nafas Yoona tertahan di dada, tidak jadi dihelanya ketika ia mengikuti pandangan Yunho yang jatuh ke Sehun.

“Aku membunuhnya,” Jawaban Sehun memecah keheningan. Raut wajahnya dingin dengan garis-garis rahang yang menegas dan iris pure hazel yang tajam. Fakta bahwa Sehun membunuh Donghae dengan tangannya sendiri terdengar lebih seperti ketidakmungkinan karena Donghae dan Sehun merupakan sahabat karib yang sangat dekat dan saling menempel seakan-akan ada super glue di antara mereka. Team work di antara mereka luar biasa dan mereka disebut-sebut sebagai duo lethal. Donghae selalu menjadi hyung sekaligus role model bagi Sehun. Sehun akhirnya menaruh napkin-nya di atas meja lalu bangkit. “Aku permisi dulu.”

Yoona ikut beranjak pergi ketika laki-laki itu keluar dari ruang makan. Langkah Sehun yang lebar membuat Yoona harus mempercepat jalannya dengan menarik ujung gaunnya yang menyapu lantai marmer. “Hey,” Yoona mencoba memanggil Sehun tetapi laki-laki itu tidak membalikkan badannya. “Sehun. Hey, Sehun.” Lagi, Yoona memanggilnya dan Sehun tidak menghentikan langkahnya. Sangat menyebalkan bagi Yoona. Laki-laki itu tidak membalikkan badannya atau setidaknya berhenti sejenak melainkan terus melangkah hingga masuk ke dalam suatu kamar yang luas dan rapih.

“Apa kau akan terus mencampakkanku seperti itu?” Tanya Yoona.

“Aku sedang ingin sendiri, Yoona.” Ucap Sehun mengartikan bahwa Yoona perlu keluar dari kamarnya. Sekarang.

Yoona memandang punggung yang masih membelakanginya itu. Ia tidak mengambil langkah mundur, tetapi ia melangkah mendekati laki-laki itu lalu dipeluknya dari belakang dengan erat. “Aku tidak akan pergi. Kau boleh mencoba mengusirku dengan kekuatanmu itu—see if I take one step back.”

Yoona semakin mengeratkan pelukannya dan ia dapat merasakan Sehun hanya dapat menghela nafas lalu akhirnya membalikkan badannya dan membalas pelukan Yoona. Ditaruhnya dagunya itu di pucuk kepala Yoona dan tangannya ikut mengelus surai cokelat Yoona yang tergerai. “Kukira terkubur selama empat abad akan merubahmu, sepertinya tidak. Kau tetap keras kepala.”

“Senang mendengarnya.” Timpal Yoona.

Sejenak keduanya tidak bergeming. Hanya ada keheningan bahkan keduanya tidak menghela nafas untuk tidak menginterupsi kekosongan. Selalu ada rasa lega di dalam dada Yoona ketika ia bisa menyandarkan kepalanya di dada laki-laki itu terutama setelah apa yang ia hadapi selama empat ratus terakhir di dalam penyiksaan sendirian—infinite pain.

Sehun adalah orang pertama yang melepaskan pelukan lalu melangkah menuju ke sisi ranjang king size yang berada di tengah ruangan seraya ia melepaskan jas yang ia kenakan. Iris madu Yoona memperhatikan setiap gerakan laki-laki itu dan tangan kirinya dengan hati-hati melepaskan cincin hitam yang melingkar di jari manis tangan kanannya. Lima ratus tahun lalu Sehun pernah memberikan cincin hitam yang terbuat dari energinya yang diperuntukkan untuk ‘melemahkan sedikit’ kekuatan Yoona dan Yoona sepakat untuk memakaianya karena ia sangat sadar bahwa dirinya yang semakin kuat adalah sebuah sinyal bahaya. Tetapi cincin tersebut dengan mudahnya hancur ketika insiden bloodbath empat ratus tahun lalu dan sekarang Sehun kembali memberikannya cincin yang jumlah energinya jauh lebih berlimpah. Laki-laki itu sepertinya mengerti dengan baik bahwa bangkitnya Im Yoona adalah awal dari malapetaka selanjutnya.

“Pakai cincinmu kembali, Yoona.”

Yoona mendongakkan kepalanya dan memandang punggung yang masih membelakanginya itu. Sehun menaruh jasnya di atas ranjang lalu berbalik dan menggulung kedua lengan kemejanya bergantian hingga batas siku.

“Pakai cincinmu kembali, Yoona,” Sehun mengulangi perintahnya. Kini lebih tegas dan penuh dengan penekanan. “Jangan membuatku mengulanginya lagi,” Yoona menaruh cincin hitam tersebut di atas meja di dekatnya, tidak mengindahkan perintah Sehun dan laki-laki itu langsung membalikkan badannya dan memandang Yoona dengan tatapan tajam. “Kita sudah sepakat.”

“Itu lima ratus tahun lalu.”

“Dan lima ratus tahun ke depan kita akan tetap sepakat. Pakai cincinmu kembali.” Gertak Sehun.

“Kenapa?”

Kening Sehun mengerut dalam, tampak terkejut dengan pertanyaan balasan Yoona. “’Kenapa’?”

Stop all the acting, Sehun. Kau sengaja memakaikan cincin ini kepadaku.”

“Untuk menahan kekuatanmu—kau sudah sangat tahu.” Jawab Sehun cepat.

“Agar kau bisa lebih mudah membunuhku karena aku semakin melemah saat memakai cincin ini,” Yoona membenarkan. “Benar, bukan?”

“Salah,” Sehun menjawab singkat. Ada perubahan dari caranya memandang Yoona yang sebelumnya tajam dan mengintimidasi dan saat ini menjadi lebih lembut dan iris pure hazel-nya menghindari tatapan iris madu Yoona. “Aku tidak pernah memiliki keinginan membunuhmu.”

Spare me your bullshit. Kau ingin menyerap energiku—seluruh energiku.”

Sehun terdiam lalu ia mengangkat kepalanya dengan sebuah senyuman kecil. “Jadi, kau sudah tahu,” Ada sebesit harapan di dalam dada Yoona bahwa laki-laki itu akan menyangkal statement-nya. Tetapi sebaliknya, laki-laki itu mengakuinya dengan mudah, dengan sebuah senyuman kecil di wajahnya yang putih bak porselen. Yoona dapat merasaka bahwa dunianya hancur saat itu juga di atas nama pengkhianatan. Ia hanya dapat berdiri di sana dengan wajah datar dan gigi yang menggigit bibirnya dengan keras. “Kau tampak tidak terkejut. Tidak ada gunanya lagi aku menyembunyikannya di depanmu. We both possesses the same dark power, Yoona. Menurutmu, mengapa Yunho mempercayakanku menjagamu selama ini?” Sehun melanjutkan.

Dark…power? Tapi, kau adalah The Savior, bagaimana bisa kekuatanmu adalah dark power?” Mata Yoona membelalak lebar.

Well, aku memang keturunan dan sekarang adalah The Savior. Kekuatan The Savior adalah selalu dark power, Yoona. Bedanya dengan dirimu, The Savior selalu lebih pintar mengendalikan dark power-nya hingga level dapat mengamuflasekannya, sedangkan kau—dark power-mulah yang mengendalikanmu. Itu mengapa insiden empat ratus tahun lalu terjadi. Your dark power took over your mind, heart, and body, and in the end gave birth to a monster, right?”

Yoona mendengus pelan lalu menyeringai. “Bagaimana bisa kau mengatakan bahwa kita memiliki dark power yang sama jika kita bahkan memiliki sumber kekuatan yang berbeda?” Kedua tangan Yoona mengepal di sisi badannya. “Aku tahu sumber kekuatanmu, Sehun. Kau menyerap energi supernatural beings hingga mereka mati, atau sebaliknya—membunuh supernatural beings untuk menyerap energi mereka. Itu membuatmu sama saja seperti kanibal. I was your victim. Insiden empat ratus tahun lalu—kau benar, kau menghentikanku. Tapi, setelah membunuhku, kau menyerap seluruh energiku tanpa tersisa. The real monster here is you, Oh Sehun.”

“Tapi aku benar-benar ‘The Savior’, tidakkah kau berpikir begitu? Aku melindungi manusia sesuai jati diri klan ini. Aku menyelamatkan mereka dari insiden paling berdarah sepanjang sejarah.” Lagi, laki-laki itu menyinggung insiden empat ratus tahun dengan kata-katanya yang sederhana tetapi sangat jelas.

“Karena mereka bukan mangsamu dan kau melindungi mereka hanya untuk aksi panggungmu!”

“Terkubur selama empat abad membuatmu lebih pintar. I’m impressed.” Sehun menyeringai.

“Mengapa kau melakukannya?” Pertanyaan yang sedari tadi terkunci di mulut Yoona akhirnya ia ungkapkan. Setidaknya ia harus mendengar dari mulut laki-laki itu secara langsung apa yang menyebabkan laki-laki itu melakukan apa yang ia lakukan.

“Untuk bertahan hidup, Yoona. Seperti yang sudah kau ketahui, energi mereka adalah sumber energiku. Bagaimana aku bisa bertahan hidup jika aku tidak makan? And to be on the top of the food chain, isn’t that obvious?” Sehun bertanya balik.

“Mengapa kau tidak bergabung dengan Jaguar?”

I’m one of them, honey. Aku harus memastikan bahwa tidak akan ada supernatural beings yang menghalangi jalan Jaguar menguasai segalanya, dan Cougar ada di nomor urut pertama dalam list Jaguar yang harus segera dihancurkan.”

“Jadi, kau akan menyingkirkanku?” Pertanyaan itu keluar begitu saja dari mulut Yoona dengan mata yang tidak berkedip. Ada sesuatu yang lain dari cara iris madunya memandang Sehun kali ini, tidak seperti kemarin hari ketika mereka baru saja bertemu, atau empat ratus tahun lalu, atau bahkan satu millennium lalu ketika pertemuan pertama mereka.

“Ayahku―The Savior sebelumnya―melakukan apapun untuk menutupi rahasia gelap garis keturunannya, termasuk menyingkirkan ibuku yang akhirnya mengetahui makna asli dari ‘The Savior’. I suppose I’d do the same. This is what you called with Savior Curse.

“Kau tidak bisa keluar dari sini, Sehun. Kau masuk ke dalam kandang predator dan membangunkannya. Makan malam itu bukan untukku, melainkan untukmu. Menyerahlah, aku memberikanmu kesempatan.”

“Yoona, siapa predator yang sesungguhnya di sini? Aku Jaguar dan kau Cougar,” Sehun dan Yoona saling bertukar pandang tetapi Yoona tidak menjawabnya, membiarkan pertanyaan Sehun menggantung. “Kau sepertinya sangat meremehkan kekuataku. Selama empat ratus tahun terakhir aku bertambah kuat, jika kau belum mengetahuinya.”

“Tentu saja kau bertambah kuat. Menyerap habis energiku sangat membantumu, bukan?”

“Kuakui, energimu luar biasa banyak, Yoona. Tapi, hon, kau diurutan kedua.”

Who’s the first?”

“Lee Donghae―The Traitor.” Jawab Sehun dengan sebuah senyum kemenangan.

“Kau membuatnya mengkhianati Cougar! Kau pikir aku tidak tahu bahwa kau masuk ke dalam pikirannya dan mengacaukannya?!”

Darling, ingin bergabung dengan Jaguar? Kau sangat pintar, setidaknya lebih pintar dari Jung Yunho yang tidak sesuai ekspektasiku. Semua orang mengklaim bahwa dia sangat pintar, tetapi ternyata dia hanya overrated.”

“Yunho is the smartest person in the room, Sehun. Kau pikir Yunho tidak tahu tentang Savior things-mu? Tidakkah menurutmu empat abad terlalu cepat untukku bangkit dari kematian? Setelah apa yang kaulakukan padaku malam itu—menyerap seluruh energiku hingga tidak tersisa sedikitpun—bahkan butuh satu millennium untuk menghidupkanku kembali sekalipun dengan bantuan pengikut-pengikut setiaku.”

Senyuman di wajah Sehun menghilang. “Apa yang ingin kaukatakan?”

“Yunho memberikan setengah energinya untuk membangkitkanku hanya untuk satu misi terakhir—mengeliminasimu. This is suicide mission, Sehun, you’re going with me to hell now.

So, this is where our love story end, Im Yoona?”

Exactly.”

End.

 

Advertisements

2 thoughts on “Savior Curse

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s